Materi Belajar Perakitan Komputer Kelas 10 (Troubleshooting Komputer)
Troubleshooting Komputer
A. PENGERTIAN
TROUBLESHOOTING
Troubleshooting merupakan cara
menyelesaikan masalah pada sistem komputer atau piranti teknologi
lain menggunakan metode yang sistematik. Pendekatannya adalah menemukan sumber
permasalahan atau kesalahan agar nantinya dapat diperbaiki.Troubleshooting
sering disalah artikan sebagai masalah itu sendiri, bukan metode penyelesaian
masalahnya.
B. TEKNIK DAN
JENIS TROUBLESHOOTING
Teknik dalam Troubleshooting Terdapat dua
macam teknik dalam mendeteksi permasalahan dalam komputer, yaitu teknik Forward
dan teknik Backward. Untuk lebih mengenal kedua teknik tersebut, ada baiknya
kita bahas terlebih dahulu definisi dari masing-masing teknik tersebut.
1. Teknik Forward
Sesuai dengan namanya, maka dalam teknik
ini segala macam permasalahan dideteksi semenjak awal komputer dirakit dan
biasanya teknik ini hanya digunakan oleh orang-orang dealer komputer yang
sering melakukan perakitan komputer. Pada teknik ini hanya dilakukan
pendeteksian masalah secara sederhana dan dilakukan sebelum komputer dinyalakan
(dialiri listrik). Untuk mempermudah silakan simak contoh berikut :
* Setelah komputer selesai dirakit, maka
dilakukan pemeriksaan pada semua Hardware yang telah terpasang, misalnya
memeriksa hubungan dari kabel Power Supply ke soket power pada Motherboard.
* Untuk casing ATX, kita periksa apakah
kabel Power Switch sudah terpasang dengan benar.
2. Teknik Backward
Hampir sama dengan teknik sebelumnya,
teknik Backward adalah teknik untuk mendeteksi kesalahan pada komputer setelah
komputer dinyalakan (dialiri listrik). Teknik lebih banyak digunakan karena
pada umumnya permasalahan dalam komputer baru akan timbul setelah “jam terbang”
komputernya sudah banyak dan ini sudah merupakan hal yang wajar. Dapat kita
ambil beberapa contoh sebagai berikut :
· Floppy
Disk yang tidak dapat membaca disket dengan baik.
· Komputer
tidak mau menyala saat tombol power pada casing ditekan.
Pada umumnya
troubleshooting komputer dibagi menjadi dua jenis yaitu hardware
troubleshooting dan software troubleshooting. Troubleshooting hardware
biasanya ditandai dengan monitor yang mati, komputer yang tidak mampu menyala
dan banyak lagi contohnya. Sedangkan software troubleshooting ditandai
dengan kinerja komputer yang lambat dan lain – lain. Dan juga tidak
menutup kemungkinan gejala – gejala yang ditimbulkan oleh software seperti
lambatnya kinerja komputer juga bisa dikarenakan permasalahan dari hardware
komputer tersebut.
a. HARDWARE TROUBLESHOOTING
Perangkat
keras (hardware) merupakan salah satu element dari sistem komputer, suatu alat
yang bisa dilihat dan diraba oleh manusia secara langsung, yang mendukung
proses komputerisasi. Dalam bahasa Indonesia disebut dengan perangkat keras.
Merupakan perangkat yang dapat kita lihat dan dapat kita sentuh secara fisik,
seperti perangkat perangkat masukan, perangkat pemroses, maupun perangkat
keluaran. Peralatan ini umumnya cukup canggih. Dia dapat bekerja berdasarkan
perintah yang ada padanya, yang disebut juga dengan instruction set. Dengan
adanya perintah yang dimengerti oleh mesin, maka perintah tersebut melakukan
berbagai aktifitas kepada mesin yang dimengerti oleh mesin tersebut sehingga
mesin bisa bekerja berdasarkan susunan perintah yang didapatkan
olehnya.terdapat beberapa komponen dasar komputer yang wajib dimiliki agar
beroprasi dengan baik. perangkat keras yang wajib dimiliki adalah:
·
monitor : perangkat keras yang berguna untuk memvisualisasikan output dari
proses yang terjadi di PC,
·
Keyboard : alat input terpenting yang digunakan untuk memasukkan karakter
huruf, angka, maupun perintah-perintah khusus ke komputer.
·
Motherboard : tempat melekatnya berbagai komponen komputer. Motherboard
sebagai media komunikasi antara CPU, memory, BIOS, CMOS, perangkat video,
perangkat suara, perangkat penyimpan data, Chipset, dan masih banyak lagi.
·
Memory : dimanfaatkan untuk menyimpan data secara sementara atau dalam
jangka watu yang lama. RAM adalah jenis perangkat yang sangat menentukan
kinerja komputer. Pada saat pertama kali komputer dinyalakan proses yang
terjadi adalah inisialisai semua perangkat dan selanjutnya informasi ini akan
disimpan di RAM.
·
RAM memiliki banyak fungsi, akan tetapi yang terpenting adalah menimpan
hasil eksekusi program dan sistem driver dari perangkat keras yang digunakan.
·
Harddisk : media penyimpanan yang dibangun dari satu atau lebih piringan
metal yang diatur secara horizontal terhadap poros putaran piring tersebut.
b. SOFTWARE TROUBLESHOOTING
Jika diamati dengan
baik, masalah yang sering muncul pada software komputer yang ada
pada kelompok besar.
§ Proses POST (Power on
Self Test) tidak jalan sempurna, sehingga tidak bisa masuk ke proses operating
system. Pada permasalahan ini, komputer tidak mampu menghidupkan komputer sama
sekali. Biasanya dikarenakan kesalahan penempatan hadware komputer atau bisa
juga hardware komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan aspek komputer
kita. Beberapa permasalahan yang sering muncul antara lain:
- Komputer mati
- Komputer hidup tapi blank atau tidak ada
tampilan di layer dan tidak ada aktivitas.
- Komputer tidak dapat di setting
hardwarenya, setting kacau dan POST tidak jalan
C. MENGANALISA
TROUBLESHOOTING
Tabel Pendeteksian Masalah
Setelah
penjelasan sederhana dari kedua teknik sebelumnya penulis akan membahas lebih
dalam lagi ke teknik Backward, karena bagi pengguna komputer rumahan tentunya
teknik ini lebih banyak akan digunakan ketimbang teknik Forward. Untuk lebih
mempermudah dalam pendeteksian masalah pada komputer Anda. Simak gambar berikut
:
1) Analisa
Pengukuran
Pada
tahapan ini, pendeteksian masalah dengan cara mengukur tegangan listrik pada
komponen nomor 1 sampai 3. Gunakan alat bantu seperti multitester untuk
mengukur tegangan yang diterima atau diberikan komponen tersebut Contoh :
Mengukur tegangan listrik yang diterima oleh Power Supply, lalu mengukur
tegangan yang diberikan oleh Power Supply ke komponen lainnya.
2) Analisa
Suara
Pada
tahapan ini pendeteksian masalah menggunakan kode suara (beep) yang dimiliki
oleh BIOS dan dapat kita dengar lewat PC Speaker. Pastikan kabel PC Speaker
sudah terpasang dengan baik. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen
nomor 4 dan 5. Untuk mempermudah pengenalan kode suara tersebut, silakan simak
keterangan berikut :
·
1 beep pendek DRAM gagal merefresh
·
2 beep pendek Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem
memori)
·
3 beep pendek BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama.
·
4 beep pendek Timer pada sistem gagal bekerja
·
5 beep pendek Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor
·
6 beep pendek Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan
baik
·
7 beep pendek Video Mode error
·
8 beep pendek Tes memori VGA gagal
·
9 beep pendek Checksum error ROM BIOS bermasalah
·
10 beep pendek CMOS shutdown read/write mengalami errror
·
11 beep pendek Chache memori error
·
1 beep panjang 3 beep pendek Conventional/Extended memori rusak
·
1 beep panjang 8 beep pendek Tes tampilan gambar gagal
Catatan : Pada kode beep di
atas hanya berlaku pada BIOS jenis AMI dan jenis BIOS lainnya mempunyai kode
beep berbeda.
Sumber: http://dontfauji.blogspot.com/2012/10/kode-beep-award-bios-ami-bios-dan-ibm.html
3) Analisa
Tampilan
Pada
tahapan ini pendeteksian masalah cenderung lebih mudah karena letak
permasalahan dapat diketahui berdasarkan pesan error yang ditampilkan di
monitor. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9.
Contoh : Pada saat komputer dinyalakan
tampil pesan Keyboard Error, maka dapat dipastikan letak permasalahan hanya
pada Keyboard.
Ø Cara Cepat Mengenali
Troubleshooting
Apabila
terjadi masalah dan sistem masih memberikan tampilan pesan pada monitor atau
disertai dengan bunyi beep 1 atau 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan
ada di komponen nomor 6 sampai 9, yaitu pada Keyboard, Card I/O, Disk Drive dan
Disket.
Apabila terjadi
masalah dan sistem memberikan kode bunyi beep lebih dari 2 kali, maka
kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5, yaitu RAM, VGA
Card dan Monitor.
Sedangkan untuk
masalah yang tidak disertai pesan pada monitor atau kode bunyi beep,
kemungkinan besar letak permasalahan ada di komponen nomor 1 dan 2, yaitu Power
Suplly dan Motherboard.
Dengan
kedua macam teknik dalam pendeteksian maslah dalam komputer tersebut, tentunya
akan lebih memperkaya pengetahuan kita di bidang komputer, jadi jika suatu saat
terdapat masalah pada komputer Anda kita dapat melakukan pemeriksaan terlebih
dahulu sebelum membawa ke tempat servis, kalaupun harus membawa ke tempat
servis kita sudah mengerti letak permasalahannya, jadi kita tidak dibohongi
oleh tukang servis yang nakal.
Dengan
pemahaman troubleshooting komputer yang lebih dalam tentunya akan lebih
mempermudah kita untuk mengetahui letak permasalahan dalam komputer dan
tentunya akan lebih menyenangkan apabila kita dapat memperbaiki sendiri
permasalahan tersebut.
D. CARA MELAKUKAN
TROUBLESHOOTING
Setelah
kita membahas teknik dan jenis dalam troubleshooting di atas maka selanjutnya
kita akan mencoba mengenal dan memahami bagaimana melakukan troubleshooting
tersebut. Sebelumnya, pada saat kita ingin melakukan troubleshooting ada 3 hal
yang perlu di perhatikan atau perlu kita pahami yaitu: analisa, penyebab,
solusi.
1. Error saat
booting
Problem : user melaporkan bahwa
komputernya tidak bisa dinyalakan.
Proses booting tidak selesai dengan eror
di layar.
Analisis : Pada saat booting, komputer
akan memeriksa perangkat yang terpasang padanya. Ada beberapa tanda yang muncul
baik yang tampil pada layar, maupun bunyi beep yang dihasilkan speaker. Untuk
error yang tampil di komputer, pasti sudah jelas permasalahannya apa. Kamu
tinggal baca saja error apa yang terjadi. Setelah itu cari solusi sesuai dengan
pesan error tersebut.
Bunyi
beep pada saat booting memiliki makna masing – masing. Kode ini tergantung dari
BIOS komputer. Untuk mengetahui makna masing – masing beep, kamu bisa membuka
manual yang disertakan pada saat pembelian komputer. Sebagai contoh : bunyi
beep panjang secara terus menerus. Pada Award Bios, bunyi ini menandakan adanya
masalah pada RAM. Kita tinggal cek memorinya.
Solusi : Sesuai dengan
informasi yang diperoleh baik dari layar
maupun bunyi beep, cek masing masing
peralatan terkait.
Misal pada boot muncul pesan “Keyboard
Error”, maka
dipastikan masalah pada keyboard. Coba cek
kabel colokan
keyboard, atau ganti dengan keyboard lain.
Contoh lain :
bunyi beep karena masalah RAM, coba cabut
RAM dari
slotnya, pasang pada slot lain. Untuk
detail masing –
masing solusi akan kita bahas pada bagian
setiap
hardware.
2. Komputer Mati
Biasanya penyebab kenapa
komputer tidak hidup atau tidak ada power adalah karena kabel listrik tidak
terpasang dengan benar, kabel listrik ada yang rusak, terjadi kerusakan pada
UPS, stabilizer atau Power Supply. Adapun cara menangani masalah tersebut
adalah sebagai berikut:
- Tahap pertama, cek arus listrik mengalir
atau tidak, jika tidak maka
cek listrik apakah mati lampu atau tidak.
- Jika listrik mengalir, cek tegangannya,
lebih baik anda menggunakan Stavolt untuk menghindari naik turun tegangan
listrik.
- Jika listrik sudah mengalir tetapi PC
masih belum bisa menyala, ceklah stavolt anda, apakah masih bisa berfungsi (
tidak rusak ). Tetapi jika tidak rusak tapi PC tidak menyala cek output dari
stavolt, apakah listrik masih mengalir.
- Jika listrik dari stavolt mengalir
tetapi PC mati, cek Power Supply, jika kipas pada Power Supply mati maka yang
harus kita lakukan adalah mengecek semua koneksi kabel apakah sudah terpasang
dengan benar atau belum.
- Jika sudah terpasang dengan benar dan
Power Supply belum hidup, maka cek semua kabel yang ada di Power Supply
terutama kabel yang berhubungan langsung dengan arus listrik dan kabel yang
berwarna hijau dan abu-abu. Apabila belum hidup, kemungkinan Power Supply pada
computer tersebut bermasalah atau rusak dan jika power supply rusak, segera
beli baru.
- Jika Power Supply menyala, tetapi saat
menekan tombol power PC tidak hidup/menyala, cek dengan benar kabel power dari
power supply ke Motherboard dan ke komponen lain.
- Jika PC masih mati, periksa Kabel Front
Panel, periksa dengan teliti pemasangan kabel Front Panel dengan benar.
- PC Masih mati, coba periksa RAM pada
Motherboard, periksa dan pastikan pemasangannya dengan benar.
- Masih terjadi kesalahan yang sama, periksa
kabel konektor tombol power PC, mungkin kabel putus sehingga PC tidak menyala.
- PC masih belum bisa menyala ?
pergi ke Tukang Servis Komputer atau anda menjual PCnya dan anda beli PC yang
baru.
3. PC Hidup tapi
tidak muncul Gambar pada Monitor
- Pertama periksa arus listrik ke monitor.
- Cek kabel power monitor apakah kabel
tersebut tidak rusak atau belum terhubung dengan listrik. Gantilah kabel jika
rusak atau hubungkan ke arus listrik jika belum terhubung.
- Jika sudah dilakukan dan belum juga hidup,
maka cek kembali Kabel VGA pada motherboard dan pastikan Kabel VGA terpasang
dengan baik dan tidak kendor, lalu coba hubungkan kembali pada monitor kemudian
cek juga seting warna contrast, brightness pada monitor sudah benar atau belum
- Jika sudah dilakukan dan belum juga
hidup, maka cobalah tes dahulu monitor ke computer lain.
- Jika Monitor tidak menyala kemungkinan
besar ada kerusakan pada Monitornya, maka cobalah untuk mengganti Monitor
dengan yang baru.
4. Terdengar Bunyi
Beep
Pada
kasus ini pertama, cek Merk apa Bios anda. Kedua, cocokkan bunyi beep yang
terdengar dengan kode beep sesuai Bios anda pada masalah yang
dimunculkan melalui beep ( pada masing-masing Bios berbeda bunyi beep ).
5. Keyboard tidak
dikenal oleh PC
- Cek konektor keyboard ke motherboard,
pastikan terhubung dan pastikan lampu indikator menyala.
- Cek kabel konektornya, pastikan kabel
tidak putus. Lalu sambungkan kabel konektor dengan benar.
- Restart PC, jika masih terjadi
kesalahan, mungkin Keyboardnya rusak. Periksa keyboardnya di PC lain, jika
Keyboard masih tidak bisa, maka bisa dipastikan bahwa keyboard rusak.
- Beli keyboard baru.
6. PC Menyala
tetapi tidak bisa masuk ke OS
- Pertama, masuk ke Bios,
periksa Harddisk terdetek atau tidak, jika tidak lakukan langkah selanjutnya
- pastikan di Harddisk anda sudah terinsal
OS, lalu periksa kabel power dan konektor Harddisk. Pastikan sudah terhubung.
- Jika masih belum bisa, kemungkinan kabel
konektor atau power atau Harddisk anda yang rusak. Periksa Harddisk anda di PC
lain. Jika bisa periksa kabel konektor dan power (kemungkinan kabel putus).
Jika harddisk tidak bisa di PC lain, Harddisk anda rusak. Beli Harddisk baru.
7. Mouse tidak
terdeteksi oleh PC
- Periksa mouse anda, jika tidak menyala
periksa kabel konektornya, pastikan terpasang dengan benar.
- Jika belum menyala mungkin kabel putus
atau komponen dalam Mouse putus. periksa mouse anda di PC lain.
- Jika Mouse menyala tetapi mouse tidak
bisa, periksa di Device Manager, kemungkinan mouse anda tidak terdetek di PC
anda, periksa drivernya sudah terinstal atau belum.
- Jika sudah terinstal tapi masih tidak
bisa, kemungkinan Mouse yang anda gunakan tidak Compatible dengan OS anda.
- Coba beli baru Mouse yang compatible
dengan OS anda.
8. CD Rom menyala
tetapi tidak bisa konek dengan PC
- Pertama, periksa kabel konektor CD
Romnya. Pastikan tersambung.
- kedua, kemungkinan kerusakan pada optic
CD Romnya.
- periksa driver apakah sudah terinsatal.
- coba perbaiki dengan CD Cleaner untuk
membersihkan Optic.
9. Komputer Hang
atau Crash
Ketika
kita sedang menjalankan computer tiba-tiba berhenti, tidak merespon, mouse atau
keyboard tidak berfungsi dan lain sebagainya, maka penanganannya adalah:
- Restart computer melalui tombol restart
yang ada pada chasing.
- Jika hang terjadi ketika menjalankan
program aplikasi, maka coba tekan tombol Ctrl + Alt + Del pada keyboard secara
bersamaan, maka akan muncul windows task manager. Dan biasanya program aplikasi
yang menyebabkan hang akan ditandai dengan status not responding, sedangkan
apikasi yang sedang berjalan akan ditandai dengan status running, lalu setelah
itu klik pada program aplikasi yang ditandai dengan status not responding
kemudian klik pada tombol perintah end task. Jika berlangsung lama maka lakukan
restart.
- Setelah itu cek program aplikasi
tersebut dan jika hal itu yang menyebabkan hang maka install ulang aplikasi
tersebut.
- Jika masih hang maka install ulang
operasi system sebab bias jadi terkena virus.
- Jika hal tersebut belum menyelesaikan
masalah, maka kerusakan mungkin terjadi pada hardware.
10. Muncul Tulisan “DISK BOOT
FAILURE, INSERT SYSTEM DISK AND PRESS ENTER”
Kerusakan pada hardisk anda atau system
yang ada dihardisk hilang. Solusi : Pastikan hardisk dikenal didalam sistem
BIOS komputer caranya dengan memperhatikan tampilan awal apakah ada IDE /
hardisk yang muncul atau tekan del pada saat awal menyala lalu lihat di
standard setting apakah hardisk anda muncul tidak disitu. Jika muncul berarti hardisk
bagus hanya systemnya/partisinya yang hilang> lakukan instalasi system lagi,
jika tidak muncul hardisk anda yang rusak> Ganti dengan yang baru. Atau coba
tepuk secara perlahan badan hardisk lalu nyalakan lagi, jika berhasil segera
backup data anda.Kenapa di tepuk pelan? sekedar memberi goncangan sedikit di
motor hardisk yang macet agar bergerak lagi.
11. Lupa Password BIOS
Cara Mengatasinya :
- Cabut batterey cmos pada cpu
- Atau dengan cara emncoba menebak bberapa
password default untuk beberapa produsen bios misalkan AMI dan AWARD (contoh :
A.M.I, AMI, AMI_SW, ALLY, 589589 dll)
12. Jam pada Bios selalu
berubah
Cara Mengatasinya :
- batteray cmos sudah tidak berfungsi
(mati), ganti dengan batteray yang baru
13. Setelah Menambah RAM Proses
Komputer Manjadi Semakin Lambat
Cara Mengatasinya :
- perhatikan batas kapasitas ram anda,
misalnya ram jenis EDO batas maksimalnya adalah 64 MB, maka ketika dipaksakan
untuk ditambah maka komputer anda menjadi semakin lambat
14. Monitor Menjadi Gelap Saat
Loading Windows
- kemungkinan disebabkan karena setup
driver untuk monitor tidak tepat(setting frekuensinya terlalu tinggi)
- masuk dulu ke dalam kondisi safe mode
(tekan F8)
- install ulang driver VGAnya
15. Ukuran Tampilan monitor
Tidak Sesuai Keinginan
- masuk ke display propertis (klik kana
semabrang tempat pilih propertis)
- Tekan tab setting dan dan atur ukuran
tampilan sesuai dengan keinginan (pada screean area)
E. MASALAH
YANG PERNAH DI ALAMI
1) Windows gagal booting
·
Analisa :
saat sedang menggunakan laptop saya tiba – tiba
§ lowbat, sehingga saya
tinggalkan untuk mengambil
·
cas dan setelah saya kembali laptop sudah mulai hibernate dan saya pun
langsung menangcapkan charger, kemudian saya ingin mengaktifkan kembali dalam
hal ini menghidupkan, tiba – tiba komputer saya error saat booting dan loading
windows melakukan looping serta restart berulang kali, dan itu pun terjadi
beberapa kali dan tetap gagal untuk booting.
·
penyebab :setelah saya
mencoba untuk searching di internet mengenai penyebab windows gagal booting, di
situ saya mulai mencari penyebab yang memungkinkan terjadinya hal tersebut, dan
saya menemukan beberapa penyebabnya dan saya cocokkan dengan analisa saya, di
situ saya menemukan 2 penyebab yang saya curigai dari sekian banyaknya penyebab
gagal booting yaitu aktivator windows yang tidak cocok dan pernah mengganti
salah satu komponen Registry pada regedit.exe di HKEY LOCAL MACHINE sehingga
terjadi corrupt terjadi corrupt dengan windows yang saya pakai.
·
Solusi :
sehingga saya mulai mencoba beberapa solusi dari informasi yang saya dapatkan
yaitu melakukan repair terhadap system operasi pada laptop saya dengan cara
mecolokkan FD yang berisi bootable system operasi windows 7 ke laptop saya dan
kebetulan jg saya menggunakan windows 7, selanjutnya saya atur first bootnya ke
flashdisk pada setup BIOS dengan cara menekan F2(untuk masuk di setup BIOS,
beda laptop pasti beda tombol) lalu saya atur dan seve(F10), kemudian ENTER dan
proses mulai berjalan, maka akan masuk ke installer windows, lalu pilih Repair
Your Computer, setelah itu akan melakukan proses pengecekan sistem terlebih
dahulu, kemudian setelah itu akan muncul jendela task yang memiliki 5 pilihan,
saya mulai mencobanya satu persatu dari atas kecuali opsi Windows
Memory Diagnostics. Disitu ada sebuah pesan: (Note : Pilih Startup Repair jika
Windows anda masih normal. Jika Anda pernah melakukan backup silahkan pilih
System Restore. Jika anda pernah melakukan restore point image, pilih System
Image Recovery). Karena saya tidak pernah melakukan kedua hal tersebut sehingga
saya langsung pilih opsi Command Prompt. Untuk opsi terakhir yaitu menggunakan
Command Prompt maka akan muncul kotak berwarna hitam seperti cmd / dos.
Selanjutnya saya ketik “DIR C:” ini untuk memanggil semua data yang ada pada
Local Disk C khususnya sistem agar dapat diakses dan diperbaiki. Setelah itu
saya ketik salah satu opsi (bootsect.exe/nt60 c:, bootsect.exe/nt60 all,
bootrec /fixmbr, bootrec /fixboot, bootsect /nt60 all /force /mbr) dengan cara
satu persatu dan menekan ENTER dan pada opsi terakhir “bootsect /nt60 all
/force /mbr” dan setelah itu muncul pesan The operation has been Succesfull
yang berarti cara ini berhasil, kemudian mengklik tombol restart di bawah yang
bersebelahan dengan tombol shutdown. Setelah itu akan merestart dan
akhirnya system operasi pada laptop saya bisa booting kembali alias sudah bisa
di pakai lagi.




Moshi - Moshi, Anda tercyduk. Atas Penculikan Loli saya
BalasHapusndasmu
BalasHapus